IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP) adalah sebuah struktur yang dirancang untuk pembuangan air limbah biologis dan kimiawi sehingga memungkinkan air tersebut dapat digunakan untuk aktivitas yang lain atau dibuang ke sungai tanpa merusak ekosistem sungai.

Tempat Reaktor IPAL

IPAL biasanya berlokasi dekat dengan sungai karena 2 alasan: karena di dataran rendah sehingga (1) memudahkan sistem saluran pembuangan menggunakan gravitasi untuk membantu mengantarkan air limbah ke instalasi pengolahan dan (2) memudahkan air yang sudah dibersihkan atau sterilkan untuk dibuang ke sungai.

3 fungsi dari pengadaan IPAL adalah sebagai berikut:

  • Pengolahan air limbah pertanian: membuang kotoran hewan, residu pestisida, dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
  • Pengolahan air limbah perkotaan: membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya.
  • Pengolahan air limbah industri: mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.

Namun tidak hanya itu saja, IPAL juga menjadi fasilitas pengolahan tunggal yang mampu melakukan beberapa fungsi lainnya.

Panel berisi Rectifier IPAL

Untuk melakukan pengolahan air limbah kimiawi dapat dilakukan dengan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi (EC) adalah teknologi pengobatan spektrum luas yang menghilangkan Total Suspended Solids (TSS), logam berat, minyak teremulsi, bakteri dan kontaminan lainnya dari air. Metode ini menggunakan elektroda yang dicelupkan ke dalam air limbah dan terhubung dengan sumber listrik. Elektroda yang dipakai bisa berbahan besi atau alumunium. Metode elektrokoagulasi mempunyai efisiensi yang tinggi dalam penghilangan kontaminan dan biaya operasi yang rendah.

pemasangan busbar tembaga di panel IPAL

Elektrokoagulasi dapat diintegrasikan ke dalam proses perawatan yang baru atau yang sudah ada. Tergantung pada aplikasinya, langkah pemisahan padatan akhir dapat dilakukan dengan menggunakan tangki pengendapan, flotasi udara terlarut, penyaringan media, ultrafiltrasi, dan teknologi lainnya untuk mencapai sasaran kualitas air. Proses ini berdasarkan pada prinsip ilmu dimana adanya respon air yang mengandung kontaminan terhadap medan listrik melalui reaksi reduksi dan oksidasi dan dapat menghilangkan beberapa kation berat 99% serta dapat mengurangi mikroorganisme dalam air. Beberapa ion lain dan koloid-koloid dapat dihilangkan.

Bagikan: